04 June 2013

Serba 3



A. 3 hal yang tidak kamu suka dari sifat/kebiasaanmu
1.    Moody. Sifat ini kadang nyenengin dan tak sedikit bikin sebel juga. Contohnya kalau lagi mood nulis, sehari mungkin bisa posting sampai 4kali. Tapi kalau pas mood nya jelek, ampun dah. Jangankan sehari dapat postingan, yang ada malah selama berbulan-bulan malah nggak pernah posting sama sekali.
2.    Esmosian. Paling ga betah kalo lagi ada yang ga enak dihati Cuma diem tok. Pasti kayak ada yang kebakar gitu dihati (hadah). Didiemin bikin jantung semakin cepet, di turutin bikin orang yang ga salah dan ga tahu apa-apa jadi kena imbasnya. Pengen ngilangin deh, tapi cara yang paling ampuh ya ngelawan setiap ada esmosi lewat. Kata abiku sambil jopa japu bilang “puh..sabar mi, sabar”.
3.    Lupa. Penyakit ini sebenarnya ga terlalu memusingkan. Tapi kalau lagi dikejar waktu trus lupa kunci motor, kunci rumah, ini nih yang bikin kesel. Padahal biasanya 5 menit sebelumnya udah ada ditangan. Eh mendadak ditaruh dimana gitu trus langsung lupa deh.

B. 3 Type orang yang tidak kamu suka
1.    Banyak omong. Ga papa kalau omonganya bermutu dan banyak pelajaran yang bisa dipetik, tapi paling males kalau udah banyak omong, sedikit isi. Tok kosong nyaring bunyinya.
2.    Ga tepat waktu. Kalau janjian denganku jangan sampai telat, karena bisa jadi langsung tak tinggal ke tempat lain.
3.    Sombong. Terlalu membanggakan harta dan sesuatu yang dipunyai oleh keluarganya. Hei.. kita hidup diatas kaki kita, jadi banggakan apa yang kamu miliki, bukan punya ayah dan ibu atau saudaramu.


C. 3 orang yang berharga dalam hidupmu
Mama, Suami, Anak 

D. 3 impian terbesarmu
1.    Keluarga yang saling mensuport, bermanfaat untuk sesama, dan menjadi aliran positif untuk keluarga dan orang lain.
2.    Mempunyai perpustakaan pribadi dengan ribuan koleksi buku yang best seller dan sarat ilmu.
3.    Mempunyai sekolah yang menaungi ratusan ribu siswa untuk mencapai impiannya masing-masing

E. 3      Benda kesayanganmu
Buku, Bolpoint, Tas.

F. 3 tempat favoritmu
Pantai, gunung dan taman bunga


 G. 3 tokoh kartun/anime favoritmu

Doraemon, sailormoon, dan detektiv conan


H. 3 film favoritmu.

Akeelah dan the bee, vantage point, Omar


I. 3 lagu favoritmu.

Lupa, jarang ndengerin lagu. Paling banter instrumental


J. 3 buku favoritmu.

Bidadari-bidadari surga, mencari Tuhan yang hilang, toto chan


K. 3 blog/ blogger favoritmu.

Ini website, punya kakek jamil azzaini. (www.jamilazzaini.com) tulisan beliau memotivasi dan salut dengan program menulisnya setiap hari. Minimal ada satu postingan setiap harinya.


L.  3 blog/ blogger korban pertanyaan ini (lebih juga boleh)

Semua yang baca postingan ini, kena sambit semua, hehehe….






..:: Sebuah Konsekuensi ::..

Menjalani profesi sebagai ibu professional (ibu rumah tangga) tak segampang dengan yang diomongkan, terlebih jika anda menyandang gelar akademik tinggi dimasyarakat. Hal ini saya rasakan sendiri.

“Sayang ya, sekolah tinggi-tinggi sampai sarjana bukannya digunakan untuk bekerja diperusahaan atau instansi terkenal malah nganggur dirumah, ngemong anak”.

“La iya, si anu ini pinter, orang tuanya nguliahin dia tinggi-tinggi hanya jadi ibu rumah tangga, sama kayak kita, rugi”.

“Apa gunanya kuliah sampek ke malang kalau njluntrungannya Cuma dirumah, njaga bayi, ngurus rumah?”


Kalimat-kalimat diatas menjadi santapan saya setiap harinya ketika saya memutuskan untuk keluar kerja dan focus dirumah, mengurus segala macam urusan rumah tangga terutama mengurus buah hati kami yang sedang tumbuh.  Predikat sarjana yang ada dibelakang nama saya seringkali menjadi gunjingan tersendiri oleh tetangga saya melihat aktifitas saya yang hanya berkecimpung diurusan rumah tangga. Hei, apa salahnya jika seorang sarjana menjadi ibu rumah tangga, toh kodrat wanita memang dirumah, jihatnya seorang wanita ketika sudah menjadi istri ya dirumahnya, bukan diluar rumah. Meski kadang geregetan juga dengan omongan orang, namun dalam lubuk hati saya, saya bangga dengan apa yang saya jalani sekarang. Saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga.

Saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga, bekerja didalam rumah. Disaat orang lain hanya bekerja 5-8 jam sehari, saya bekerja 24 jam setiap harinya, tanpa hari libur, dari mata melek sampai tidur lagi.

Saya bangga menjadi ibu rumah tangga, bekerja dirumah. Orang lain bekerja diinstansi dengan berbagai macam jabatan yang mereka punya, saya bekerja dengan jabatan manager rumah tangga tanpa gaji, tanpa bonusan setiap bulannya. Gaji saya adalah ketika anak dan suami saya tersenyum menikmati makanan yang saya hidangkan, mereka nyaman dengan keadaan rumah yang bersih dan pakaian yang rapi dipakai setiap harinya dan terutama senyuman Tuhan kepada saya.

Pekerjaan kami seringkali diremehkan oleh orang lain. Tak ada yang bisa dibanggakan, tak ada yang bisa dilihat pencapaian karirnya setiap tahun. Hei.. ada yang bisa kami banggakan, ada pencapaian yang bisa dilihat jika mereka bisa sedikit membuka mata, telinga dan hati mereka. Fikirkan tentang anak-anak kami yang tumbuh dengan baik, dengan cinta dan toleransi. Asupan gizi yang eksklusif dari makanan terbaik yang disediakan Tuhan dalam ASI ibu mereka.

Ibu rumah tangga bukanlah pengangguran, bukanlah seonggok manusia tanpa guna, hargailah dan hormatilah mereka.