Rasulullah bersabda : Dunia itu penjaranya orang beriman dan surganya orang kafir. (HR Muslim).
27 November 2012
5 Menit saja
03 November 2012
OH GOD.....
God Always Listening And Understanding.hehehehe.... moga hari ini lebih baik lagi dari yang kemaren ya sahabat blogger.
13 March 2011
Siapa yang paling jelek?

“Hai fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus”, kata kyai.
“Baik pak kyai, apa pertanyaanya?”
“Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, aku beri waktu 3 hari untuk menemukannya”.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan kyai – nya.
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk – mabukan. Santri berkata dalam hati “Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk – mabukan terus.”
Tetapi sesampainya dirumah, timbul pikirannya “Belum tentu, sekarang Polan mabuk – mabukkan . siapa tau pada akhir hayatnya Alloh memberi hidayah (petunjuk) dan dia khusnul khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat dikehendaki suul khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.”
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan?? gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku.”Aku tidak lebih baik dari anjing itu.”
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".
Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir? hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.
12 March 2011
~ Dari situlah aku belajar ~

Sendiri kunikmati kegalauan ini
Sendiri kuresapi kehadiranmu dalam hembusan nafasku
Sendiri kurasakan sentuhanmu membelai lembut tubuhku
Sendiri kupeluk rasamu dalam kesepianku
Ya Rabb
Terima kasih kau memberiku semua masalah
Karena dalam masalah itu aku belajar bagaimana menyikapi hidup
Ya Rabb
Terima kasih kau memberiku ujian
Karena dengan ujian itulah aku tau sampai dimana kualitas diriku
Ya Rabb
Terima kasih kau memberiku persoalan yang rumit
Karena dari situlah aku belajar dan semakin menunduk
Bahwa sepintar apapun, setinggi apapun, dan sebaik apapun
Ternyata ada saja hal yang belum aku ketahui
Bahwa diatas langit masih ada langit
Ya Rabb
Terima kasih kau memberiku sahabat baik itu yang baik maupun yang buruk
Karena dari situlah aku mengerti arti kasih sayang
Dan belajar untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain
Ya Rabb
Terima kasih kau telah menitipkanku pada rahim ibuku
Karena dari situlah aku tau bahwa dia wanita terhebat yang aku miliki
Ya Rabb
Terima kasih kau memberiku kebahagiaan setelah banyaknya kesedihan yang kulalui
Banyak sekali nikmat yang engkau berikan padaku
Bahkan lebih besar dari cobaan dan ujian yang kuterima
Terima kasih Ya Rabb
Baru kusadari sekarang ternyata engkau sangat menyayangiku
Dari mana kau melihat

Setiap orang pasti sudah ditentukan rizkinya masing – masing
Banyak sedikitnya , tergantung dari mana kita memandangnya.
Rizki tak hanya dapat dilihat dari banyaknya harta yang kita miliki
Tak bisa disamakan dengan banyaknya asset yang kita punya
Namun memiliki sahabat – sahabat baik pun itu sudah merupakan rizki yang tak ternilai harganya
Melihat kita bisa berjalan tegap dan mempunyai tubuh yang sehat itupun rizki
Namun terkadang banyak dari kita yang tak mampu melihatnya
Karena mata kita terlalu kecil untuk melihat sesuatu yang sangat besar harganya
Andaikan air laut menjadi tinta untuk menulis semua nikmat yang sudah diberikan tentunya tidak akan cukup.
“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”
..:: BINA’UL IZZAH ::..

BINA’UL IZZAH
(MEMBANGUN HARGA DIRI)
Ini adalah hasil dari sharing ilmu kemaren sama teman-teman. Mudah mudahan bisa memberi manfaat bagi teman teman yang lain. Amin.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia harga diri merupakan kesadaran akan berapa besar nilai yg diberikan kpd diri sendiri
Kebanyakan manusia merasa bangga atau harga dirinya naik ketika dia berada diatas orang lain . Entah itu dari segi finansial, pendidikan, latar belakang status keluarga maupun pola hidup yang dijalani oleh seseorang.
Kepemilikan derajat itulah yang sekaligus membuat mereka merasa memiliki kebanggaan yang lebih. Tentunya kebanggaan dunia dihadapan manusia yang lain. Namun seringkali kebanggaan itu membuat kita lupa bahwa “Kebanggaan yang tidak didasarkan pada Allah SWT maka itu adalah suatu kehinaan”.
Mengapa disebut sebuah kehinaan? Kebanggan yang sudah dicapai seperti yang disebut diatas tadi memang membuat kita memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada manusia yang lain, namun belum tentu membuat derajat kita menjadi lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Setelah kita mencapai kebanggan dari segi finansial dan pendidikan serta yang lainnya, masihkan kita tunjang dengan ilmu agama? Belum tentu.
Kenapa penulis mengatakan belum tentu? Sekarang ini populasi muslim didunia sangatlah banyak, bahkan sebagian penduduk didunia ini adalah muslim. Kita ambil contoh
Kembali ke bahasan kebanggan diatas, perlu teman teman ketahui bahwa kemuliaan sejati adalah kemuliaan yang sudah Allah tetapkan.
Lalu bagaimana kiat kiatnya agar kita dapat meraih kebanggan yang didasarkan kepada Allah SWT? Disini penulis akan menyampaikan beberapa kiat yang bisa membantu teman teman dalam meraih Bina’ul Izzah, diantaranya :
1. Bertaqwa kepada Allah SWT.
Dalam
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. “
Kata taqwa mempunyai arti melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi laranganya. Bisa diartikan lagi dengan laksanakan semua perintahnya semaksimal kita mampu dan menjauhi laranganya sejauh jauhnya.
2. Ilmu (Al Qur’an dan Hadist)
Ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan. Kita harus mencari ilmu sebanyak mungkin, tak hanya ilmu tentang dunia namun ilmu tentang akhirat juga perlu dan itulah yang paling utama. Karena kampong akhirat lah nantinya kita akan tinggal, sedangkan didunia kita hanya laksana numpang mampir minum.
Disebutkan bahwa apabila Allah menghendaki suatu kebaikan pada diri seseorang maka ia akan dipahamkan akan ilmu. Jadi ilmu sangatlah penting dalam hidup kita.
3. Amar makruf nahi munkar
Setelah ilmu kita dapat kita juga punya kewajiban untuk mengamalkannya. Karena jika kita mendapat isi maka kita juga harus mengeluarkannya. Sesungguhnya sesuatu yang tidak akan berkurang apabila dibagikan terus kepada yang lain adalah ilmu dan kasih sayang. Senantiasa berdakwahlah. Sampaikan meski hanya satu ayat.
Demikian sedikit sharing ilmu kita untuk hari ini. Mudah mudahan bermanfaat bagi penulis sendiri tentunya dan semua teman teman yang membaca. Amin. Sekian perjumpaan kita , apabila ada kata yang kurang berkenan, penulis meminta maaf yang sebesar besarnya. Kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekhilafan adalah milik kita. Semoga bermanfaat . sampai jumpa di ladang ilmu yang selanjutnya.
Wasallam
