Showing posts with label ngelantur. Show all posts
Showing posts with label ngelantur. Show all posts

18 May 2011

Satu bulan lebih dua puluh hari

Satu bulan lebih dua puluh hari lagi insyaAlloh saya akan menikah.. *GLEK*


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sekarang sudah bulan mei, dan kurang satu bulan setengah  lagi saya akan berganti status menjadi seorang “Istri”. (tolong diaminin ya….). Rasanya seperti tidak percaya bahwa semakin hari semakin mendekati hari H. Berbagai perasaan berkecamuk didalam hati, antara takut, bahagia dan dag dig dug menjelang hari hari sakral tersebut.

Sepertinya semakin mendekati hari H emosi saya juga sering naik turun. Apakah ini yang dinamakan stress pranikah? Kenapa harus stress ya? Oh.. saya tidak tahu jawabannya namun yang mungkin bisa saya jawab adalah perasaan yang campur aduk itu tadilah yang menimbulkan stress pranikah pada diri saya. satu bulan setengah saya rasa waktu yang singkat untuk mempersiapkan semuanya. Namun bukan berarti harus berlama-lama.

Seringkali ketika sedang mengobrol dengan teman yang sudah berkeluarga, saya menjadi sangat agresif ingin bertanya seputar masalah keluarga. Karena wawasan saya tentang berkeluarga juga tidak begitu banyak. Saya hanya melihat lingkungan dimana saya tinggal dan kehidupan teman-teman saya. Ah saya tidak mau berfikiran negatif. Nanti malah semakin membuat saya takut saja menghadapi hari itu. Berdoa saja semoga semuanya dimudahkan oleh Alloh dan diberikan yang terbaik untuk semuanya. Amin.


Tiba-tiba terbayang saat sakral itu tiba.

15 April 2011

Ngayal dikit ga papa



Uah.. kok tiba – tiba pengen buat buku ya. Terbersit keinginan ingin membukukan semua yang ada di blog ini sebagai kado pribadi. Dikasih nama apa kalo jadi ya?

Menjadi Mentri Keuangan?



Setelah berubah status menjadi istri, nantinya seorang wanita akan berprofesi macam – macam. Menjadi apakah dia? Koki rumah tangga, cleaning service (hmmm…kok terlalu gimana gitu ya?), mentri keuangan, laundry dan… ada lagi yang belum kesebut? Ntar tambahkan sendiri ya.

Ngomong – ngomong tentang semua pekerjaan diatas, saya lebih tertarik dengan perannya sebagai mentri keuangan. Menjabat sebagai mentri ternyata ada enaknya ada juga nggak lo. Enaknya kalo apa yang didebet sama dengan yang dikredit. Tapi ga enaknya ketika besar pasak dari pada tiang. Wah ini yang bisa bikin repot.
Misalnya saja uang belanja bulanan. Naluri perempuan setiap melihat barang atau yang berbau bau diskon gitu pasti inginnya belanja. Tapi terkadang ini malah melupakan barang belanjaanya yang utama.

Ketika diawal bulan ia diberi jatah suami uang untuk bulanan. Dan uang itu harus digunakan secukupnya untuk kebutuhan satu bulan. Nah ini tantangannya. Bisa tidak dia memanage keuangan keluarga. Kalo ga bisa, ini juga bisa jadi bahan pertengkaran diantara pasutri. Akibatnya suami akan menganggap bahwa istrinya tidak becus mengurus keuangan. Yang awalnya gaji suami diberikan ke istri semuanya, akhirnya hanya diberikan separo dan sisanya tetap dipegang suami atau malah istri hanya akan diberi jatah uang belanja harian, ini berarti uang akan langsung dikontrol oleh suami. Kalo masalah ini ya enaknya dibicarakan bareng-bareng gimana baiknya. Toh rumah tangga itu kan bukan hanya milik istri saja atau suami saja kan, melainkan milik keduanya.

Dirumah saya sekarang, lebih tepatnya rumah orang tua saya (^_^). Karena saya belum mempunyai rumah sendiri. Saya tidak sepenuhnya menjadi mentri keuangan keluarga, karena memang posisi saya bukan pemain inti. Ayah saya akan memberikan uang belanja sebesar Rp. 15.000,- setiap harinya. Itu harus cukup untuk belanja dapur. Sekali lagi hanya untuk keperluan dapur. Untuk keperluan lain seperti gas, listrik dan iuran – iuran desa, ayah saya sendiri yang mengaturnya. Kembali lagi ke topik sebelumnya, keperluan dapur. Mulai dari beras, gula, garam, minyak, bawang merah dan bawang putih beserta bumbu dapur yang lainnya. Semuanya harus cukup hanya dengan uang 15rb itu. Alhamdulillah semuanya cukup karena ada beberapa kemudahan, diantaranya kebutuhan pokok dalam memasak tidak harus dibeli setiap harinya. contohnya beras, gula, garam, minyak goreng dan bumbu dapur lainnya. Jadi ketika mereka sudah ada kita tinggal membeli bahan yang akan kita olah. Lain lagi jika ternyata kebutuhan pokok itu ada yang habis. Contohnya minyak goreng yang cepat habisnya. Maka harus pinter pinter ngatur ini, soalnya kalo ga, uang 15rb bisa jadi tidak cukup. 

Kalo berbicara cukup dan tidak cukup, ini akan merembet pada masalah prioritas. Terkadang wanita khususnya paling susah mengontrol nafsu belanja. Apalagi kalau barang bagus dan harganya murah lagi, wah alamat kita akan berbondong bondong kesana. Masalahnya “penyakit” ini yang sering membuat kita lupa dengan prioritas pertama yang sebenarnya ingin kita beli.  Untuk masalah yang satu ini saya mempunyai kiat khusus. Beruntung juga saya diberi sifat pelupa, hehehe…. Oleh karenanya saya selalu membuat list untuk apa saja yang akan saya kerjakan. List ini juga saya buat ketika saya ingin kepasar membeli barang – barang yang lebih banyak.  Ini juga yang membuat saya tidak terlalu lama-lama ketika dipasar. Disamping membuat praktis dalam berbelanja, sisa uang belanjaan kita bisa kita simpan untuk hari selanjutnya.  Terkadang nenek yang sering ikut saya kepasar selalu “komplain” kenapa saya selalu cepat berbelanja. Ya karena memang apa yang saya cari semua sudah saya dapatkan. Kalau sudah ya tinggal pulang. Hehehehe…. Tapi terkadang kami mampir ke penjual jajan untuk membeli timus. Jajan pasar yang dibuat dari ketela. Ini adalah makanan kesukaan kami ketika kami dirumah.
Sepertinya list ini sangat membantu untuk memanage apalagi jika uang yang ada ditangan saya tidaklah terlalu besar.

Usaha lainnya dalam menjadi mentri keuangan adalah mencatat semua rincian keluar masuknya uang. Meski terkesan perhitungan dan pelit, namun cara ini terkadang membuat kita terbelalak juga lo dengan besarnya nominal yang kita keluarkan setiap bulannya. Dari rincian ini kita bisa lihat kemana uang kita pergi setiap bulannya. Dan juga untuk mericek kebutuhan-kebutuhan yang tidak seharusnya kita beli saat itu dan terbeli. Ini kembali lagi pada prioritas. Hm…. Kalo sudah seperti ini siap ga ya jadi mentri keuangan sungguhan?


14 April 2011

Cinta itu?




Cinta itu Pyar dalam bahasa india
Cinta itu Love dalam bahasa inggris
Cinta itu Tresno dalam bahasa jawa
Cinta itu  Amor dalam bahasa italia
Cinta itu kamu dalam bahasaku
Bergetar hati merasakannya
Bertambah kuat karenanya

10 April 2011

Jangan dibaca!!!!



Heeheheh… judul postingannya ANEH..ga sesuai blas dengan isinya *kayaknya dari dulu kamu selalu ga sesuai deh kalo ngasih judul*. Ndak papa deh hyuk lanjut simak penuturan saya kali ini (-_-)’’. Fiuh setelah utak atik untuk membuat suasana baru di blog saya, akhirnya tetep saja kembali ke tampilan yang pertama dulu setelah sekian lama aku menunggu ( kok jadi nyanyi lagunya ridho ya)  akhirnya blog ini kembali ke template semula karena setelah mencari cari template baru masih belum ada yang klik di hati.

Niat hati ingin merubah tampilannya agar terlihat lebih segar. Beberapa template baru pun dicoba. Waktu melihat preview nya lumayan tergoda sih. Tapi setelah dipasang di halaman sendiri kok jadinya gimanaaaaaa gitu.. ga sreg juga. Ya sutralah akhirnya mengobrak abrik file lama dan ditemukanlah…… taraaaaa…. TEMPLATE BLOG LAMA. Hadeh…

Ndak papa ya kalo tampilan nya kembali ke tampilan semula, buat sahabat blogger makasih ya karena udah mau mampir dan mau mbaca postingan yang ngelantur ini, (^_^). Tampilan boleh sama seperti dulu, tapi mudah mudahan isinya selalu baru. Aminnn…*hyuk ikut diaminin*
Mungkin dari sahabat blogger punya masukan tentang template template yang segar dan energik atau cartoon gitu. Saya dikasih alamatnya ya :-(

Yap sekian dulu cuap cuap kita hari ini, jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf. As human being if you found many mistakes please forgive me. The last I say wassalamualaikum wr.wb.


23 March 2011

Thank You

Senyumnya hari ini membuatku tersenyum
Tatapannya pagi ini membuatku teduh
Sentuhanya hari ini membuatku tenang

    Pagi ini saya uring uringan tidak jelas jluntrungannya. Semua yang saya lihat seperti salah, tidak ada satupun yang benar atau paling tidak “SREG” di hati saya. Lama saya terdiam hanya untuk memikirkan apa yang membuat saya uring uringan seperti ini. Hanya duduk diruang tamu dalam keheningan menyelimuti diri. Saya bertanya pada diri saya sendiri. “Apa yang terjadi?”

    Tak ada jawaban, atau sebenarnya hati saya sedang tidak ingin menjawab?
“Apa yang terjadi?” 
saya tanya sekali lagi. Dan dia pun membisikkan saya beberapa kalimat yang menjadi penyebab saya uring-uringan. Oh ternyata karena itu. Saya menghela nafas dan mencoba untuk berdamai dengan diri saya sendiri. Saya beranjak dari tempat duduk saya dan pergi menuju kedapur. Sayur sayur yang sudah saya beli dan bahan- bahan yang akan saya masak saya siapkan semuanya. Saya sengaja memotong sayuran didepan TV dengan kondisi TV menyala agar saya tetap mendengarkan suara. Tak lama kemudian adik keponakan saya datang. Dia hanya diam disebelah saya. Sesekali saya melirik, apa yang sedang ia lakukan. Ia hanya melihat gerakan tangan saya memotong sayur dengan seksama. Kemudian dia berkata 

“Mbak an, napo?”
Seketika itu juga saya berhenti. Saya melihat bocah kecil itu.
“Cium mbak”. Perintah saya. Beberapa detik kemudian dia memegang kedua pipi saya dan menciumnya, dia juga mencium kening saya dan terakhir bibir saya. Entah kenapa seketika itu juga saya merasa tenang. Apalagi melihat senyumanya ketika selesai melepaskan pipi saya. Begitu mudahnya malaikat kecil ini meredam “emosi” saya. Dengan tingkah nya yang tidak dibuat buat. Dengan senyumnya yang merekah tulus, dengan….

Thank You.

19 March 2011

My Wedding Plan

Saturday, march 19, 2011

    Tengah asik asiknya membaca email yang menumpuk di lapy, hp ku bergetar. Lilik_kos calling. Duh cintaku yang satu ini gemar sekali mengagetkanku. Cerita cerita dan diselingi diam karena aku serius membaca email dan akhirnya kena sambit. Sambit pertanyaan pertanyaan yang sempat membuatku tertawa terpingkal pinkal ketika membayangkan ekspresinya menjawab pertanyaan ini yang dilontarkan kepadanya. Beuh… udah ya basa basinya. Hyuk segera meluncur. Baling baling bambu…(dies, apa maksudnya coba?)

    Hahaha.. lagi semangatnya sayang inet tidak mendukung. Kartu modemku habis dan perlu isi ulang. Hm.. sabar ya nak. Karena ga mungkin langsung diisi malem ini juga. Ternyata firasatku benar juga. Entah kenapa sore tadi ingin sekali membeli voucher untuk mengisi kartu lagi. Tapi karena malas keluar karena diluar hujan mengurungkan niatku untuk membelinya. Dan sekarang ga bisa inetan lagi deh. Ndak papa.. tunggu sampai besok ya cinta.


Let’s continue, hahaha…. Inetnya lagi ngambek.
1. How old are you?
23 years old
2. Are you single?
Now I’m single.. tapi doain sebentar lagi melepas masa lajang ya cin..
3. Do you want to marry?
Kayaknya semua orang juga ngarepin itu deh cin (manyun mode on)
4. When do you think you’ll get married
actually when I was 21 years old, but appearently all of were changed.
5. Do you think you’ll marry the person you are with now?
God Willing
6. If not, who do you want to marry?
Seseorang yang bisa lebih mendekatkanku denganNya. Seseorang yang mencintaiku karenaNya.
7. Nah lo berarti sudah ada calon dunk?
InsyaAllah, doakan lagi ya cin
8. Who will be your bridesmaid and bestman?
Tu artinya apa ya cin? Kagak ngarti (garuk – garuk kepala)
9. Do you want a garden/ beach or traditional wedding?
Sebenernya pengen banget konsep kebun, tapi kebunnya siapa?
10. Where do you plan to go on honeymoon?
Ke lombok… (ngarep mode on) terserah yang penting dengan suami tercinta
11. How many guests do you think you’ll invite?
Temen temen deh ma kerabat dekat
12. How many layers of cake do you want?
Ga pakek layer layeran cin
13. When do you want to get married, morning or evening?
Lagi lagi pengenya malem, tapi kalo misalkan pagi ya ga papa lah, menyambut pagi dengan gandegan suami tercinta.
14. Name the song/tune you’d like to play at your wedding?
Barakallah.. lagunya kang maher. Bisa ga ya kang maher datang? (dies.. glodak)
15. Champagne or red wine?
Duh apaan tu cin? Es jeruk aja ya uenak
16. Honeymoon right after the wedding or days after the wedding?
Kapan saja siap. (kena jitak)
17. Money or household items?
Kalo dikasih dua duanya juga mau. (wkwkwkwkwk)
18. How many kids would you like to have?
Sebenarnya 12, sekalian nyetak kesebelasan. Tapi mengingat biaya pendidikan mahal, 2 aja cukup lah cin. Atau maksimal 4.
19. Will you record your honeymoon in DVD/CD?
NO.. it’s our privacy
20. Whose wedding plan would you like to know next?
Hehehhe… akan ada kejutan cin, jadi tunggu aja ya.

Fiuh.. akhirnya selesai juga ngerjain sambitan ini. Moga kamu puas dengan jawabanya cin. Dah malem, waktunya tidur. Met malem cinta. Have a nice dream.

Resolusi

Ingat jaman jaman ketika kursus di BEC bulan bulan kemaren, dimana kami harus membuat resolusi atau suatu perubahan. Miss Yuni memberi kami selembar kertas yang isinya tentang sebuah perjanjian, perjanjian untuk mengubah kebiasaan buruk kami menjadi sebuah kebiasaan positif.

setelah kertas terbagi rata untuk semua siswa dikelas, Miss Yuni memberi waktu pada kami untuk menuliskan apa apa yang ingin kami ubah. Dan hal yang ingin aku ubah waktu itu adalah tidak malu lagi untuk berbicara bahasa inggris dan lebih aktif lagi selama dikelas. Selang beberapa menit kemudian resolusiku pun jadi. Kutoleh teman yang ada disampingku. Mereka pun sudah selesai mengiri lembar kertas putih itu. Kamipun tidak tahu apa yang akan kami lakukan dengan lembaran ini.

Melihat tingkah kami yang sedikit gusar, akhirnya Miss Yuni pun berdiri, dengan memegang sebuah kitab suci Al Qur'an beliau meminta kami semua yang ada dikelas ikut berdiri. Waow... apa yang akan kami lakukan dengan semua ini? Tanyaku dalam hati. Tak dinanya dan tak disangka, Miss Yuni menyumpah kami dibawah kitab. Kami disuruh membaca resolusi yang telah kami buat, apa apa yang kami tulis disebuah lembar  kertas itu kami baca sekeras kerasnya didalam kelas. Tidak peduli dengan resolusi teman yang lain, yang penting kami dengan diri kami sendiri di dalam sebuah resolusi. Jantungku berdetak dengan cepat ketika membaca sebuah resolusi itu.

Meskipun hanya selembar kertas, tapi yang membuatku bergidik adalah kami disumpah dibawah al qur'an dan yang lebih penting lagi Allah melihat kami dan mencatatnya. Hm.. seperti ini saja aku pribadi sudah bingung tidak karuan, bagaimana kalau kalau aku tidak bisa memenuhi janjiku sendiri? Bagaimana kalau kalau suatu saat nanti aku teledor dan lupa dengan resolusiku sendiri. Pikiranku melayang pada sebuah janji kepresidenan. Ketika seorang presiden dilantik, mereka juga disumpah dengan janji mereka. Bagaimana perasaan mereka ya? Jadi teringat dengan Umar dimana dia mengucapakan "innalillahiwainnailaihi roji'un ketika dia dipilih "sebagai kholifah berikutnya.

Sudah sudah jangan ngelantur lagi. Kembali ke resolusi diri. Sekaranngpun aku juga ingin meresolusi diriku kembali. Mengupgrade diri lagi. Semangat 2011 (^_^)/. Berbicara tentang semangat 2011, temanku pernah bertanya padaku kenapa aku selalu mengatakan semangat dan selanjutnya diikuti dengan tahun yang ada. Biasanya semangat kan selalu diikuti dengan 45. hehhe.. ya menurutku 45 kan sudah tahun tahun yang lalu. Sudah tahun gak enak, memang  sih para pejuang tahun itu menggunakan fisik dan keringatnya untuk merebut kemerdaan, dan diharapkan semangat 45 sama dengan semangat pejuang dalam merebut kemerdekaan. Tapi semangatku semangat tahun yang mengikutinya, karena disinilah aku hidup. 


Mempertahankan dan mengisi sesuatu dengan yang lebih baik bagiku lebih berat dari pada merebutnya. 

HEehe.... piss, maaf ya pak buk pejuang kalo pendapat kita beda. Dan sekarang resolusi berikutnya. Harus lebih baik dari yang kemarin *ikut ngaminin ya*. Tanpa ada secari kertas lagi, tapi tertulis dibenak dan hati.