Showing posts with label unek-unek. Show all posts
Showing posts with label unek-unek. Show all posts

24 July 2015

STOP PERTANYAAN BASA - BASI

Mudik diambil dari kata "Muleh disek" yang artinya pulang duluan.

Kegiatan mudik di Indonesia khususnya sudah menjadi ritual wajib yang harus dilakukan menjelang hari raya. Orang-orang yang meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu dan bekerja di kota atau negara lain akan berduyun duyun untuk kembali pulang ke kampung halaman. Berkumpul bersama keluarga besarnya, berkunjung ke tempat sanak familynya yang lain.

Aktifitas ini sangat menyenangkan sekali akan tetapi menjadi momok tersendiri untuk para JOMBLO.
sumber : google

Kenapa saya bilang momok? Karena mereka akan mendapatkan pertanyaan basa basi yang terus menerus di ulang ulang sampai kunjungan terakhir di tempat saudara mereka. PErtanyaan apakah itu?

"KAPAN NIKAH?"
Dan para jomblo akan menjawab "Mei" eh nggak taunya kepanjangan dari meibi yes meibi no....

Bagi yang bertanya mungkin pertanyaan ini sepele ya, tapi kita nggak pernah nyadar bahwa apa yang sepele di mata kita ternyata "MENYAKITKAN" lo buat JOMBLOWERS. Karena mereka pun mendambakan pernikahan, hanya saja belum bertemu dengan jodohnya saja. 

Jadi buat yang sudah berkeluarga tolong deh nggak usah nanyain pertanyaan itu lagi. Stop bertanya basa-basi yang akhirnya malah menjadi lawan bicara kita tidak enak hati.

12 June 2015

Jual Masker Motor Online

Sebagai ibu rumah tangga yang full time di rumah, ada kalanya saya jenuh. Kadang terbersit dalam fikiran saya, "Enak ya kalau bisa kerja dikantor, pakaian bagus, cantik, tiap bulan juga punya gaji sendiri".

Tapi nggak enaknya, bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang bisa menjaga mereka? Mau nyari baby sister, iya kalau bener, kalau nggak? Kan bisa berabe. Gaji nggak seberapa, anak jadi korban.

Makanya saya memutuskan untuk bisnis online saja. Jualan masker motor. Masker dengan brand Mr.Masker ini home made. Terbuat dari kain vebolla yang biasa dipakai untuk membuat boneka. Bahannya lembut dan nyaman digunakan. Tidak panas dan bisa menyerap debu kendaraan. Bisa dipakai saat berkendara sepeda motor, berjalan kaki, bekerja atau hanya sekedar untuk fashion. Karena Mr.Masker dibuat dengan berbagai macam karakter dan pilihan warna, jadi bisa menyesuaikan dengan baju yang sedang kita pakai.

Bisa dipakai pria, wanita bahkan anak-anak. Bisa dari kalangan pelajar smp, sma, mahasiswa atau bahkan pekerja pabrik dan kantor. Harga sangat terjangkau. Dijamin tidak menguras kantong.

Untuk yang ingin belajar bisnis, tapi tidak mempunyai produk, bisa juga membantu berjualan Mr.Masker.

Modal hape aja deh, hehehehe.......

info/pemesanan
BB :51FE38D0 atau WA :+6289619301956

05 July 2013

Nomer Wahid

sumber : dari mbah google

Kalau ditanya tentang apa kenikmatan nomer wahid di Dunia, aku akan dengan mantap menjawab “TIDUR”.  Insomnia yang sempat menyerangku selama 1 minggu beberapa hari yang lalu membuatku semakin bersyukur akan nikmat kantuk yang diberikan Allah. Disaat suami dan anakku lelap dalam tidurnya, aku justru bahkan sedikit pun tidak bisa tidur. Mencoba untuk sekedar memejamkan mata ujung-ujungnya malah melek lagi. Rebahan, miring ke kiri, miring ke kanan, hasilnya nihil. Mata tetep aja ndak mau tidur. Duh gusti…. Rasanya emosi hampir meledak. Lihat jam dinding udah nunjukin pukul tiga pagi, ga ada tanda-tanda kantuk sedikitpun, bahkan menguappun tidak.

Berhubung libur, alhasil ngeblog pun jadi teman untuk terjaga. Baca-baca plus bertandang ke blog teman-teman yang ada dilist bacaan sedikit mengobati kesepian di dini hari. Tepat pukul empat pagi aku pun menguap. Kucoba untuk merebahkan badan dan ……. Terlelap.

Pukul enam pagi suami membangunkan ku karena al bangun. Ya Tuhan sudah jam enam. Aku kelimpungan memikirkan sarapan anakku dan suamiku pagi ini.

“Ummi ndak bisa tidur ta tadi malam?”
Aku mengangguk.
“Cuci muka gi, bang Edi udah pergi. Kita beli soto aja ya buat sarapan, ummi ndak usah nyiapin makanan, ntar agak siangan aja baru masak.”

Aku mengangguk lagi. Al hanya tersenyum sambil menepuk nepuk tanganku. Beruntung ya punya suami yang pengertian juga, membiarkanku tertidur sampai jam enam karena tahu aku tidak bisa tidur semalaman. Tapi kerjaan dirumah jadi keteteran.


Gini ya rasanya ndak bisa tidur tu… ga enak banget. Beruntung orang-orang diberi kantuk dan kelelapan tidur. Aktifitas berjalan normal dan badanpun juga fit. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

25 June 2013

Menjadi diriku sendiri

Apapun yang terjadi dalam hidup. Entah itu menyenangkan atau menyedihkan (dalam kamus kita pribadi) yakinilah bahwa itu semua adalah yang terbaik. Yang terbaik untuk siapa? Terbaik untuk kita tentunya. Menurut kaca mata siapa? Kaca mata Tuhan.

Seringkali kita merasa saat kesedihan menyapa, Tuhan sangatlah tidak adil. Kenapa harus aku yang mengalaminya? Kenapa tidak orang lain saja, atau biarlah masalah itu tidak pernah terjadi dalam hidup. Hei.. kita salah. Justru Tuhan sangatlah adil. Dia memberikan suatu masalah dalam hidup kita karena Dia sangat mencintai kita, Dia ingin kita tumbuh dengan baik asalkan kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada. Karena Dia tahu seberapa lebar pundak kita, tak akan mungkin Dia memberikan suatu masalah jika kita tak bisa melewatinya atau menemukan solusi. Seringkali solusi tidak pernah ketemu karena kita sendiri yang enggan menyelesaikan dan tak mau mencarinya.

Pernahkan kita menerima ujian ketika kenaikan kelas? Sama seperti kita. Jika ingin level kita naik / bertambah baik pastilah Tuhan memberikan ujian untuk mengetahui seberapa pantaskah kita untuk naik kelas. Dan itu juga salah satu bukti bahwa Tuhan menyayangi kita. Tuhan peduli dengan kehidupan kita. Jika tak sayang dan tak peduli, buat apa ujian? Kita naik kelas atau tinggal kelas bukan urusan Tuhan kan berarti?

Aku sangat bersyukur bahwa aku pernah mengalami hal pahit dalam hidup. Mungkin dan banyak sekali orang yang lebih pahit lagi menjalani hidupnya dibandingkan denganku. Karena dari situlah Tuhan membentuk karakter kita. Lihatlah kebelakang dan kau akan tersenyum karena berhasil melewati semua masalah dengan baik. Atau jika tak sebaik yang dibayangkan kau bisa tumbuh dewasa ketika melewatinya. Saat kau mengalami hal pahit lagi kau tidak akan kaget, karena kau pernah mendapatkan yang lebih buruk dari ini. Sekarang yang kau alami NOTHING.


Aku bersyukur dengan kehidupanku sekarang. Jika ada pertanyaan “Ingin jadi apa kau dimasa lalu?” aku akan mantab menjawab “Menjadi diriku sendiri”.

Aku ingin hidup



Aku ingin hidup. Aku ingin bermanfaat untuk orang lain. Tak peduli seberapa berat aku menjalaninya karena  yang kutahu kehidupanku adalah anugrah terindah dari Tuhan yang tak patut kusia-siakan. Kurang bersyukur jika aku bilang aku hidup menderita. Tidak. Aku hidup dengan ribuan kasih sayang dan perhatian yang baik dari orang-orang sekitarku. Tetangga yang saling mensuport. Keluarga yang harmonis. Impian untuk bermanfaat sebanyak banyaknya bagi semua orang. Lantas apa yang harus kusesali? Nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ya Aku ingin hidup. mengisi kehidupan ini dengan hal sebaik-baiknya yang kumiliki.

04 June 2013

..:: Sebuah Konsekuensi ::..

Menjalani profesi sebagai ibu professional (ibu rumah tangga) tak segampang dengan yang diomongkan, terlebih jika anda menyandang gelar akademik tinggi dimasyarakat. Hal ini saya rasakan sendiri.

“Sayang ya, sekolah tinggi-tinggi sampai sarjana bukannya digunakan untuk bekerja diperusahaan atau instansi terkenal malah nganggur dirumah, ngemong anak”.

“La iya, si anu ini pinter, orang tuanya nguliahin dia tinggi-tinggi hanya jadi ibu rumah tangga, sama kayak kita, rugi”.

“Apa gunanya kuliah sampek ke malang kalau njluntrungannya Cuma dirumah, njaga bayi, ngurus rumah?”


Kalimat-kalimat diatas menjadi santapan saya setiap harinya ketika saya memutuskan untuk keluar kerja dan focus dirumah, mengurus segala macam urusan rumah tangga terutama mengurus buah hati kami yang sedang tumbuh.  Predikat sarjana yang ada dibelakang nama saya seringkali menjadi gunjingan tersendiri oleh tetangga saya melihat aktifitas saya yang hanya berkecimpung diurusan rumah tangga. Hei, apa salahnya jika seorang sarjana menjadi ibu rumah tangga, toh kodrat wanita memang dirumah, jihatnya seorang wanita ketika sudah menjadi istri ya dirumahnya, bukan diluar rumah. Meski kadang geregetan juga dengan omongan orang, namun dalam lubuk hati saya, saya bangga dengan apa yang saya jalani sekarang. Saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga.

Saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga, bekerja didalam rumah. Disaat orang lain hanya bekerja 5-8 jam sehari, saya bekerja 24 jam setiap harinya, tanpa hari libur, dari mata melek sampai tidur lagi.

Saya bangga menjadi ibu rumah tangga, bekerja dirumah. Orang lain bekerja diinstansi dengan berbagai macam jabatan yang mereka punya, saya bekerja dengan jabatan manager rumah tangga tanpa gaji, tanpa bonusan setiap bulannya. Gaji saya adalah ketika anak dan suami saya tersenyum menikmati makanan yang saya hidangkan, mereka nyaman dengan keadaan rumah yang bersih dan pakaian yang rapi dipakai setiap harinya dan terutama senyuman Tuhan kepada saya.

Pekerjaan kami seringkali diremehkan oleh orang lain. Tak ada yang bisa dibanggakan, tak ada yang bisa dilihat pencapaian karirnya setiap tahun. Hei.. ada yang bisa kami banggakan, ada pencapaian yang bisa dilihat jika mereka bisa sedikit membuka mata, telinga dan hati mereka. Fikirkan tentang anak-anak kami yang tumbuh dengan baik, dengan cinta dan toleransi. Asupan gizi yang eksklusif dari makanan terbaik yang disediakan Tuhan dalam ASI ibu mereka.

Ibu rumah tangga bukanlah pengangguran, bukanlah seonggok manusia tanpa guna, hargailah dan hormatilah mereka.

13 May 2013

Kenapa kita jatuh cinta dan menikah?



Hari ini menjelang dua tahun kami bersama, kehidupan kami sangat membahagiakan, diwarnai dengan segala urusan rumah tangga seperti layaknya rumah tangga yang lainnya, dan Alhamdulillah kami diberi amanah untuk menjaga si kecil Abdurrahman alghifari.

Dihari ini juga aku semakin bersyukur pada Allah karena dikenalkan dengan suamiku, dipertemukan dengan laki-laki biasa yang luar biasa. Dia dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dia dengan kesabaran yang amat sangat menghadapi polah tingkahku yang terkadang seperti anak kecil, merengek minta dibelikan balon, dia yang selalu ada ketika hati mulai berkecamuk dengan selentingan omongan yang tidak seharusnya difikirkan, karena toh banyak sekali hal-hal positif yang lebih layak untuk difikirkan. Dan dia adalah laki-laki pertama yang membuatku jatuh cinta untuk kesekian kalinya.

Pada awal kami bertemu, aku sangat membencinya, dia berada diurutan pertama laki-laki yang harus kuhindari. Menurutku dia laki-laki yang rapuh, laki-laki yang tidak dapat berfikir dewasa, laki-laki yang hanya mencari kesenangan saja. Namun seiring berjalannya waktu, semua prasangka itu mampu diluluhlantakkan oleh semua pembuktiannya ketika dia selesai membacakan ijab Kabul. Laki-laki yang kubenci justru berubah menjadi laki-laki yang tangguh, dewasa dan bertanggung jawab. Seketika aku sadar, aku mencintainya dan cinta itu tumbuh seiring dengan waktu berlalunya hari-hari pernikahan kami.  Cinta yang halal dan cinta yang bertanggung jawab.

Aku bangga karena aku lah orang pertama yang mengajaknya menikah. Berbeda dengan situasi kebanyakan dimana laki-laki lah yang meminta untuk menikah. Bagiku ajakan itu bukan untuk merendahkan harga diriku justru pembuktian bahwa aku begitu menghormatinya, terlepas dari minimnya materi yang kumiliki saat itu. Disaat dia gencar-gencarnya mengejar dan mengajak menikah, aku tak peduli. Namun disaat dia menghilang dan aku tak punya satu pun akses untuk menemuinya, aku justru mengingat kertas bertuliskan nomor telepon persis dibawah meja komputerku. Tertutup debu dengan kertas yang kumal karena lama tak tersentuh. Dengan rasa takut, cemas dan tak tahu harus berfikir apa lagi, aku menelfonnya. Memintanya untuk menikahiku dengan bahasa yang aneh. Jika aku mengingat saat itu sekarang, aku hanya bisa tersenyum dan malu dan aku tak menyesal sudah melakukan hal itu, karena ternyata dia adalah ayah terbaik untuk anak-anakku.

Kenapa kita jatuh cinta dan menikah? Aku rasa kau memang tercipta untukku, begitupun sebaliknya. Dan aku hanya berusaha mencari dimana kepingan hati itu berada. Dan ternyata kepingan itu ada pada dirimu.

Abi, terima kasih telah mengajariku bagaimana cara untuk mencintai.

 

30 April 2013

..:: Saat Kekayaan Tak Lagi Cukup ::..


Dulu aku mengira bahwa “Bahagia” adalah ketika hidupmu bergelimang harta, kau bisa bebas menentukan apa saja yang kau inginkan tanpa memusingkan dapat uang dari mana, bebas untuk memilih segala jenis kebutuhan bahkan untuk sekedar memanjakan keinginan.  Belakangan kusadari bahwa pikiranku itu salah, “Bahagia” tak semata hanya bergelimangan harta.
Aku benar-benar egois, demi memuliakan ego yang bersarang didalam hatiku, aku keluar rumah untuk bekerja. Menikmati sapaan dan sanjungan orang karena melihatku melakukan sesuatu yang ‘menghasilkan’. Mengabaikan perintah suamiku untuk ‘bekerja’ sebagai ibu rumah tangga dirumah. Pekerjaan seven to seven yang bagiku adalah bukan pekerjaan karena orang-orang tak akan melihatku ‘menghasilkan’ sesuatu. Sebuah sebutan yang membuatku malu ketika teman-teman sejawatku yang kebanyakan kerja dikantor menanyai ‘apa pekerjaanmu?’. Dengan nada pesimis dan senyuman tipis terpaksa kujawab ‘ibu rumah tangga’. Aku melenggang mantap dengan karir pendidikanku di luar rumah. Namun belakangan aku merasa kehidupan ini hambar. Memang aku memegang uang banyak, tapi ada rasa gersang didalam hatiku ketika melihat seorang anak kecil yang bergelayut manja di pundak ibunya. Ada perasaan sedih ketika pulang ke rumah hanyalah lelah yang kubawa, tidur dan tak menghiraukan apa yang anak dan suamiku butuhkan, dengan alas an ‘aku lelah’. Hatiku hanya berkata ‘ini tidak benar’. Aku diam membisu berhari hari dan memutuskan untuk meninggalkan karir diluar rumah ku dan focus untuk menjadi ibu rumah tangga professional di rumahku sendiri. Seven to seven yang kujalani bukanlah pekerjaan yang sepele. Disaat orang hanya bekerja 7-8 jam sehari, aku bekerja 24 jam. Dan aku bangga. Dan hatiku berbisiki, kekayaan tak lagi cukup untuk kebahagiaanku, aku bahagia dengan menjadi ibu professional dirumahku sendiri.
Bahagia adalah saat kau tumbuh bersama anakmu, menikmati fase-fase tumbuh kembang mereka, menyaksikan saat-saat pertama mereka belajar untuk berkata “pa..pa ; ma..ma ; da..da ; ta..ta”.
Bahagia adalah dimana kau mempunyai waktu untuk mengurusi semua keperluan anak dan suamimu mulai mereka bangun tidur sampai mereka tidur lagi.
Bahagia adalah ketika kau menghabiskan waktumu seharian untuk menemani anakmu main, walaupun kau harus belepotan spidol, crayon bahkan tanah.
Bahagia adalah ketika kau memberikan semua yang kau punya semaksimal mungkin untuk orang-orang yang kau cintai, dan tersenyum ketika melihat senyuman tulus diwajah mereka.

27 November 2012

5 Menit saja


Dalam sehari pernahkah kita meluangkan waktu lima menit saja untuk melihat kebelakang, jam-jam yang kita habiskan selama seharian ini? Untuk saya pribadi, jika dicatat pastilah banyak hal-hal yang tidak bermanfaat yang saya lakukan. Astagfirullah.. meskipun tahu dan sadar namun tetap saja saya mengulanginya, padahal malaikat selalu mencatat setiap perbuatan yang saya lakukan, Allah senantiasa melihat dan mendengar apa-apa yang saya katakan bahkan bersitan dalam hati saya pun tak luput dari pendengarannya. Astagfirullah… betapa malunya saya mengingat ini semua. Betapa banyak kealphaan yang saya lakukan sementara Allah selalu memberikan karunianya untuk saya. Betapa banyak kemaksiatan yang saya perbuat meskipun Allah memberikan semua yang saya perlukan dengan Cuma-Cuma. Betapa sedikitnya saya mengingatNYA meskipun tak sedetik pun Ia lupa memberikan udara bersih untuk saya hirup. Ya Allah ampuni hambamu ini yang lalai.

Lima menit sebelum tidur saya coba untuk mengingat kembali apa yang sudah saya kerjakan dan akan saya temukan banyak sekali yang membuat saya malu ketika nanti berhadapan denganNYA. Bagaimana saya bisa menganggap enteng semua ini padahal saya tahu bahwa nanti saya akan dihisap. Bagaimana saya tenang-tenang saja padahal diakhir waktu nanti banyak pertanggung jawaban yang harus saya pikul. Ya Allah jadikan hamba sebagai orang yang selalu bersyukur atas karuniamu. Amin.

Rasulullah bersabda : Dunia itu penjaranya orang beriman dan surganya orang kafir. (HR Muslim).
“Maknanya bahwa setiap mukmin itu dipenjara dan dilarang di dunia ini dari kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yang diharamkan dan dibenci. Dia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yang terasa berat. Jika dia meninggal dia akan beristirahat dari hal ini. Dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat. Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang dia peroleh, yang jumlahnya sedikit dan bercampur dengan keusahan dan penderitaan. Dan bila dia telah mati, dia akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yang selama-lamanya.”(Syarah Shohih Muslim No. 5256)



03 November 2012

OH GOD.....

Baru - baru ini saya sering banget denger kata - kata galau ketika membuka facebook, liat tweet bahkan di blog kun galauers tambah banyak. Dikit - dikit galau. Diputusin pacar, galau. Ulangan jelek, galau. Dompet menipis, galau. Dan masih banyak lagi alasan galau. Ujung - ujungnya pikiran jadi sempit dan menyalahkan Allah. "Oh GOD.... why me?"


Trus gimana kalau Allah ganti menjawab kita dengan "WHY NOT?". Allah ga pernah galau tuh kalau kita ndak sholat. Ndak sedih kalau kita ndak sedekah karena dia sang maha kaya. Ndak pernah marah meski kita sering bermaksiat. Justru terkadang dengan semakin banyaknya kesalahan kita, Allah masih aja berbaik hati ngasih kita rezeki, bahkan yang terbaik. Harusnya kita berani bilang "WHY ME" ketika apa - apa udah disediain ama Allah tapi kita tak berbuat sesuatu yang menyenangkan Allah. Baru tu "WHY ME" keluar sebagai musahabah diri. 
Dikamus saya juga ada kata GALAU. Tapi artinya beda. 
God Always Listening And Understanding.
  hehehehe.... moga hari ini lebih baik lagi dari yang kemaren ya sahabat blogger.
 

26 February 2012

Semoga bertambah baik abi


Hari ini tanggal 26 Februari 2012, usia suamiku tercinta sudah genap 27 tahun. Semoga dengan bertambahnya usia ini makin matang lagi sikap, pemikiran dan apapun yang dilakukannya. Bertambah rezekinya dan yang penting barokah. InsyaAllah satu bulan lagi akan menjadi ayah. Semoga bisa menjadi ayah yang baik, amin. Ayah yang selalu menjadi motivasi dan inspirasi bagi keluarganya terutama untuk anak kita tercinta nanti. Maaf ya sayang jika selama menjadi istri, belum bisa menjadi sesosok yang diharapkan. Hm... "sesosok yang diharapkan" sepertinya kata yang terlalu tinggi untukku saat ini. Tapi aku berusaha untuk menjadi partner yang terbaik untukmu. westeh..... 
We love you abi.

05 November 2011

Curhat part I

Cuaca mendung mulai menyelimuti Malang ketika suami tercinta pulang dari kantor. Siang ini suamiku pulang agak awal dari jam biasanya. Ketika membukakan pintu kulirik jam dinding hitam kecil milik kami yang bertengger di samping pintu kamar tidur, hm masih setengah dua belas, tumben pulang cepet meskipun dalam hati juga seneng *hehehehe....*
"Tumben kok awal mas?" . Tanyaku sambil kembali menutup pintu rumah kami.
"Ga boleh ta pulang cepet?".  Balas suamiku dengan kerlingan dimatanya.
Tak kubalasa gurauannya, sedetik kemudian suami menepuk dahinya.
"Ya Allah Najwa, hari ini kan harus dijemput jam sebelas."
"Loh, la pean telat nu, ndang berangkat sana. hati-hati dijalan ya."

Dengan sedikit terburu-buru suami menjalankan motornya, terang saja jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas lewat sepuluh menit padahal Najwa harus dijemput pukul sebelas. Kasihan sekali anak itu harus menunggu lama. Najwa adalah putri pertama dari teman suami. Kebetulan sekarang abinya sedang menjalankan ibadah haji di Makkah al mukaramah. Insyaallah kegiatan akan berlangsung kurang lebih lima belas hari. Umminya sangat sibuk dirumah mengurus kelima adik Najwa yang masih kecil. Bayangkan saja di umur Najwa yang masih menginjak usia enam SD, dia mempunyai adik yang masih kecil-kecil dan berjumlah lima orang. Kebayang kan betapa repotnya ummu Najwa mengurus semua itu? Tapi aku salut terhadapnya. Untuk mengurangi kerepotan itulah sang abi meminta suami untuk mengantar dan menjemput selama abi menunaikan ibadah haji. Ya hitung-hitung belajar jadi ayah. Anak kami sekarang masih berusia empat bulan dalam kandungan. Tentunya dia juga senang melihat abinya bisa membantu orang lain. Semangat ya sayang.













23 September 2011

Tinggalkan Polri dan Kembali Ke Panggung



Setelah lama tak terdengar kabar, pelantun lypsing fenomenal chaiya-chaiya ini kembali menghebohkan masyarakat tanah air dengan keputusannya untuk mengundurkan diri dari jajaran kepolisian.
Sampai saat ini belum diketahui pasti apa latar belakang Norman ingin hengkang dari profesi pelayan masyarakat ini, namun ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa keputusan yang diambilnya ini karena Norman tergiur oleh ketenaran dan materi yang didapatnya ketika menjalani dunia keartisan beberapa bulan yang lalu.
Pada awalnya Norman bukanlah apa-apa. Dia hanya dikenal sebagai salah satu personel Brimob di daerah Gorontalo. Namun keadaan kemudian berubah setelah video amatir berisi lypsing chaiya-chaiya yang diunggahnya di Youtube banyak menyedot perhatian masyarakat. Apalagi maraknya tayangan diberita disemua stasiun televisi yang meliput video ini. Video ini dinyatakan unik karena ada personel kepolisian yang bernyanyi india meskipun hanya lypsing dengan masih berseragamkan polisi. Seperti yang kita ketahui belakangan ini nama Polri dan semua personel kepolisian mendapat citra buruk di mata masyarakat. Namun dengan hadirnya video ini mata masyarakat kembali terbuka bahwa polisi juga manusia. Dia juga bisa bergaya layaknya bintang Bolywood dan bernyanyi, jauh dari kesan bahwa polisi itu kaku.
Jajaran Polri yang sempat merasa malu karena tingkah Norman kemudian menjatuhkan sanksi pada laki-laki berkulit gelap ini. Ajaibnya masyarakat justru simpati dan banyak mendukung Norman. Tak sedikit yang berkata bahwa Norman bisa menghapuskan citra buruk polisi dan sebagai jembatan pada masyarakat bahwa polisi benar-benar pelayan masyarakat, melayani masyarakat salah satunya dengan menghibur.
Dari sinilah kemudian banyak acara-acara TV yang berebut untuk menayangkan Norman dengan lypsingnya. Stasiun TV pun menjadi latah dengan hanya mengulas Norman disetiap jamnya. Petinggi polisi yang tadinya ingin memberi sanksi pun mengurungkan niatnya dan mendukung Norman bahkan mengizinkan Norman untuk tandang ke Jakarta dan mengisi berbagai acara.
Layaknya seorang superstar baru, Norman pun digandrungi oleh sebagian masyarakat terutama kaum hawa, namun tak sedikit kecaman yang datang padanya dengan dalih bahwa Norman telah melupakan kewajibannya sebagai abdi masyarakat. Sebagian lagi menyebutkan bahwa popularitas yang sedang dinikmati Norman tak akan bertahan lama, dan ini terbukti benar dengan ketidakmunculan Norman beberapa bulan kemudian. Dia seakan lenyap dari bumi. Dan baru-baru ini masyarakat kembali diingatkan dengan sosoknya lewat pemberitaan tentang pengunduran dirinya dari kesatuan Polri.
Ada yang mendukung namun tak sedikit pula yang menyayangkan keputusannya. Norman dicap seperti kacang lupa kulitnya. Ketenaran Norman karena kemunculannya yang unik, dengan seragam brimob yang bernyanyi ala bintang india. Jika diukur dengan kualitas, olah vokal Norman pun hanya masuk kategori standart. Dia lebih dikenal karena seragamnya, dengan pangkatnya sebagai seorang briptu.
Dunia hiburan bukanlah dunia yang statis, perlu inovasi ditiap waktunya agar pelaku hiburan tetap exist dan mampu bertahan lama, bukan hanya sekedar aji mumpung dan talenta yang asal-asalan saja. Lalu bisakah Norman bertahan didunia entertaint? Atau hanya seperti kembang api? Yang menyala gemebyar dengan indah dan redup hanya dalam hitungan detik. Hanya waktu yang bisa menjawabnya, so let we see.





22 August 2011

HAI

Assalamualaikum temen-temen blogger. Gimana kabarnya? Semoga selalu lebih baik dari yang kemaren. (^_^)  Serasa nulis surat formal saja. Kangen juga ternyata dengan blog ini. ketika ngliat entri terakhir sekitar bulan mei. Tiga bulan yang lalu. Ga terasa banget waktu tiga bulan begitu cepat berlalu dan tentunya banyak cerita yang belum sempat terbagikan dilembaran ini. Semoga bisa segera dibagikan, agar kebahagiaan ini tak hanya dirasakan oleh hati ini saja. Alangkah bahagianya jika orang lain juga bisa merasakan kebahagiaannya juga. Doakan semoga jari-jari ini tak lagi malas untuk beradu dengan keyboard lagi ya. Salam hangat selalu.